//
you're reading...
Uncategorized

Memaknai Kesendirian

Untukmu yang merasa fisiknya kurang menarik, kurang pandai bergaul, kurang baik finansial, atau perasaan-perasaan lain, lantas membuatmu menjadi satu diantara yang belum terpilih, percayalah, ketidakterpilihan itu bukan karena itu semua.

Lalu karena apa? Mungkin sebabnya satu diantara beberapa hal ini:

1. Allah sedang meningkatkan kualitas calonmu. Mungkin, dalam pandangan Allah, dia masih belum layak bagimu. Untuk itulah engkau belum dipertemukan terlebih dahulu dengannya. Jika dipertemukan, khawatir ketidakseimbangan itu akan menjadi permasalahan. Allah hendak menanti kesungguhannya memperbaiki diri. Setelah Allah menilai dia pantas bagimu, baru engkau akan dipertemukan dengannya.

2. Atau sebaliknya, mungkin kini Allah sedang menanti kesungguhanmu untuk memantaskan diri, karena dalam pandangan Allah, calonmu kualitasnya jauh di atasmu. Inilah saatnya untukmu memperbaiki diri. Ketika Allah menilai dirimu sudah pantas bersanding dengannya, semoga Allah segera mempertemukan kalian dengan jalan yang sudah direncanakan-Nya.

3. Mungkin kesendirianmu saat ini adalah ujian untuk menguji kadar sabarmu. Untuk mengetahui kadar kualitas keimanan seseorang, Allah memberikan ujian dalam dalam bentuk beragam masalah. Bisa dengan memisahkannya dengan orang yang disayangi. Sehingga akan diketahui, sampai seberapa tingkat kesabaran orang tersebut. Jika dengan perpisahan itu lantas membuatnya terpuruk dan berani melakukan hal-hal yang buruk, itu berarti dia tidak lulus menjalani ujian dari Allah. Sementara bagi mereka yang ketika masalah itu hadir makin mendekat kepada Allah, insya Allah, masalah itu segera diangkat oleh-Nya dan diganti dengan anugerah yang lebih indah.

4. Itu teguran untuk membuatmu kembali ke jalan yang lurus. Mungkin sebelumnya kita termasuk hamba yang taat, tetapi ada hal-hal yang menyita perhatian kita dari ibadah. Bisa jadi Allah memanggil kita kembali dengan cara memberi teguran berupa masalah. Karena kalau dibiarkan jalan tanpa hambatan, khawatirnya kita tidak akan merasa bahwa kita sedang salah arah. Nah, teguran adalah tanda cinta Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak ingin kita tersesat terlalu jauh. Allah segera memberi peringatan sebelum kita terjerembab ke lumpur yang lebih parah.

5. Itu azab atas dosa yang kita lakukan. Marilah mawas diri, adakah kesalahan yang selama ini kita rasa menjadi sumber dari berbagai masalah yang hadir dalam hidup kita. Ketika rumah bocor, yang perlu kita lakukan bukan hanya menggerutu sambil membersihkan tetes demi tetes air yang membasahi lantai dalam rumah. Yang perlu kita lakukan adalah mencari sumber masalahnya, yaitu menemukan dimana titik bocornya. Setelah ketemu letak bocornya, segera tambal. Begitu juga dalam menyikapi kehidupan, ketika masalah hadir, yang perlu kita lakukan adalah mencari penyebabnya apa. Lalu, perbaiki segera.

ARR – YADBJ

  

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: