//
you're reading...
Uncategorized

Keluarga Langit (2)

Tahukah dirimu, kawan? Langit adalah sebuah keluarga. Anaknya ada dua, Angin dan Awan. Ayahnya adalah Matahari, Ibunya Bulan.

Angin senang berkeliaran sesukanya, melesat ke selatan, menggoda ilalang, berputar di atas ombak, terlambung tinggi di angkasa, lalu berpencar ke delapan penjuru. Jika sore, ayahnya, Matahari, memanggilnya dan kita mendapat senja yang indah. Jika malam, Angin tak berembus karena Bulan memeluk anak bungsunya.

Awan adalah anak perempuan yang suka bersedih. Oleh karena itu, manusia bisa mengajak Awan bercakap-cakap. Jika awan gelap dan manusia tidak menginginkan hujan, Awan bisa dibujuk. Berhentilah sejenak di manapun kau berada, tataplah Awan dan berbicaralah dengannya agar dia menunggu sebentar saja sampai engkau sampai di rumah.

Akan tetapi, kau hanya bisa membujuk Awan dengan puisi dan puisi itu harus kau nyanyikan. Seperti ini nyanyiannya…

Wahai Awan

Aku ingin sekolah, janganlah dulu kau turunkan hujan

Ajaklah Angin, untuk menerbangkanmu ke selatan

Wahai Awan

Janganlah dulu kau turunkan hujan

Wahai Awan, kuterbangkan layang-layang untukmu

Naskah Lomba Cerita Zorro, Bocah kelas 2 SD

“Ayah” – p258-259

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: