//
you're reading...
Islam, Motivation

Renungan Indah Jelang Akhir Ramadhan

Shared from Dessy Puspitarini

Menangislah..
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal hati kita. Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan.
Dan tadarus Qur’an kita juga tak beranjak pada Juz Empat.

Menangislah…
Jika itu merupakan Awal tekad kita untuk menyempurnakan Tarawih & Qiyamul Lail kita yang bolong-bolong.

Menangislah…
Agar butir bening itu jadi saksi di Yaumil Akhir, bahwa ada satu hamba Allah yang bodoh, Lalai, Sombong lagi terlena.
Yang katanya berdo’a sejak dua bulan sebelum Ramadhan, yang katanya berlatih Puasa semenjak Rajab,
yang katanya Rajin mengikuti Taklim Tarhib Ramadhan…
Tetapi…sampai menjelang Akhir Ramadhan masih juga menggunjingkan kekhilafan temannya,
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah Ibadah Sunnah,
Bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

Menangislah, lebih keras..
Karena Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan,
apakah kita masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang ini Cuma tersisa beberapa hari lagi.
Tak ada yang dapat menjamin Usia kita sampai kepada Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini tersia-siakan.

Menangislah…
Untuk Dosa-dosa yang belum tentu di Ampuni, tapi kita masih juga menambahi dengan Dosa baru.
Berapa kali kita menyatakan Insaf & Taubat, tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kita buat?
Kita bilang tak sengaja?
Tapi mengapa berulang & tak juga kita mengambil pelajaran?

Menangislah..
Dan tuntaskan semuanya disini, saat ini.
Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari.
Tahu-tahu sudah tak lama lagi berakhir  & kita belum bersiap untuk Itikaf,
Lembar-Lembar Qur’an menunggu untuk di Khatamkan
Dan Lembar-lembar Mata uang menunggu/menanti untuk disalurkan..!!
Dan malampun menunggu dihiasi Sholat Tambahan.
Sekarang , atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali…

Discussion

8 thoughts on “Renungan Indah Jelang Akhir Ramadhan

  1. numpang copas admin

    Posted by Sepedaeuro Probikes | August 16, 2012, 1:34 pm
  2. Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu hamba Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya berdoa sejak dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak rajab, yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan, tapi…, tapi sampai puasa hari ke tiga belas masih juga menggunjingkan kekhilafan teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunnah… Bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

    Posted by offshore bank | August 21, 2012, 11:16 pm
    • Benar sekali kawan…kadang tulisan dan ucapan peringatan sering kita temukan…namun pemahaman dan perilaku masih jauh dari kesempurnaan…terima kasih sudah memberikan pencerahan…mari bersama2 saling mengingatkan…berkembang bersama menuju semua ketentuan kebenaran-Nya…

      Posted by Yuni | August 24, 2012, 11:01 am
  3. Menangislah, lebih keras… Untuk dosa-dosa yang belum diampuni, tapi kamu masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat?

    Posted by silver account | August 22, 2012, 5:33 am
  4. Mohon ijin share ya,,,,

    Posted by indra | July 19, 2013, 5:42 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: