//
you're reading...
Motivation

Learning in Everywhere

Belajar memang bisa di manapun juga, tidak harus membaca, mendengarkan ceramah ataupun kuliah. Di dalam taxi-pun bisa belajar, yaitu dari Bapak Taxi. Di tengah kemacetan Ibu Kota, daripada berdiam diri melihat kemacetan, ternyata ngobrol dengan Bapak Taxi pun bisa membuat saya belajar banyak hal. Banyak sekali topik yang dibahas dalam perjalanan 1 jam menuju Jalan Sudirman, daerah pusat macet di Jakarta. Saling sharing tentang perjalanan hidup, dan petuah-petuah dari Bapak Taxi sebagai orang yang lebih tua. Ada 3 Pelajaran besar yang bisa saya ambil dari percakapan itu. Sederhana, namun sangat berarti.

Wanita kelak akan menjadi bendahara keluarga, jadi pandai-pandailah mengatur keuangan

Pelajaran ini diambil dari curhat sang Bapak karena sang istri dianggapnya kurang pandai dalam mengelola keuangan. Probation 2,5 tahun didaulat secara penuh mengatur keuangan keluarga tidak menunjukkan kepuasan dari sang Bapak. Naluri wanita untuk berbelanja kadang-kadang membuat lupa bahwa harus ada yang disisihkan untuk masa depan. Dengan demikian, terpaksa sang Bapak harus memecat sang Istri menjadi bendahara keluarga, dan sang Bapaklah yang secara langsung mengaturnya. Berbagai strategi dilakukan sang Bapak sehingga dapat memposisikan dirinya menjadi orang yang terbilang paling sukses diantara rekan-rekan seperjuangannya. Tabungan, investasi dan recana keuangan yang bisa dibilang KEREN merupakan hal yang membuat saya kagum terhadap Bapak yang satu ini.

Berhati-hatilah dalam berbicara karena setiap rangkaian kata memiliki makna

Kata-kata yang diucapkan menunjukkan kualitas seseorang, i’m totally agree. Kadang manusia tidak sadar bahwa kata-kata yang diucapkan malah membuat dirinya sendiri menjad terjatuh. pelajaran ini yang dapat saya ambil dari Bapak Taxi. Salah satunya adalah penggunaaan kalimat “Kita harus hati-hati dalam bertindak, karena Tuhan ada dimana-mana”. Spontan Bapak Taxi mengoreksi kalimat ini, “Kita harus hati-hati dalam bertindak, karena dimanapun kita berada, Tuhan pasti tahu apa yang kita lakukan”. Sekilas 2 kalimat ini memang tidak ada perbedaan, namun setelah dikaji lebih jauh ternyata sang Bapak benar juga. Di kalimat pertama, “Kita harus hati-hati dalam bertindak, karena Tuhan ada dimana-mana”, mengandung arti Tuhan lebih dari satu. Hmmmm….

Carilah harta yang halal, harta yang diperoleh dengan cara yang kurang baik bisa bikin anak jadi bodo

Pesan ini terkesan kasar, tapi setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga. Harta yang didapatkan dengan jalan yang tidak halal tidak akan barokah. Sang Bapak sering kali menyinggung Mr. Gayus, manusia ratusan milyar. Berkali-kali sang Bapak menegaskan, sangat sulit bertahan melakukan hal baik di lingkungan “basah”. Seseorang cenderung dikucilkan saat bertahan dengan prinsip baik  di lingkungan yang kurang baik. Hidup adalah pilihan, mau mengikuti arus, melawan arus atau membelokkan arus yang dirasa kurang benar. Dan kenyataan di Negara kita membuktikan, tradisi transaksi “basah” sudah menjalar ke akar-akar pemerintahan. Sering kali Bapak Taxi bergumam, “apa mereka tidak memikirkan keturunannya?Dosa harta yang kurang barokah akan turut ditanggung oleh keluarga yang memakannya”. Beliaupun kembali menegaskan bahwa harta halal yang sedikit akan membuat hidup lebih tenang daripada harta melimpah yang bukan haknya. Harta yang sedikit namun halal menuntut kita untuk lebih pintar mengolahnya, mengajarkan anak keturunan kita bagaimana agar tidak menyia-nyiakannya. Sangat jauh berbeda dengan harta tidak halal yang berlimpah yang didapatkan secara instan. Seorang anak aka cenderung menghabiskannya untuk berfoya-foya karena sang orang tua mendapatkannya dengan mudah.

Pelajaran yang benar-benar berarti. Ternyata banyak hal yang harus saya perbaiki dalam hidup.

sumber gambar

Discussion

8 thoughts on “Learning in Everywhere

  1. Sipppp….

    Posted by Resti Afiadinie | November 17, 2010, 9:41 am
  2. setuju dg semua yg ditulis,ibu2 nih kudu hati2,perempuan kan backup keluarga

    Posted by virgjebbing | November 19, 2010, 10:31 am
  3. “Wanita kelak akan menjadi bendahara keluarga, jadi pandai-pandailah mengatur keuangan” >> setuju banget.

    “Berhati-hatilah dalam berbicara karena setiap rangkaian kata memiliki makna” >> mulutmu harimaumu, jangan salah bicara, ntar kita sendiri yang repot.

    “Carilah harta yang halal, harta yang diperoleh dengan cara yang kurang baik bisa bikin anak jadi bodo” >> jangan mengambil yang bukan bagian kita, jangan korupsi, ingat..ingat…ting ^^

    Posted by matt_hia | November 20, 2010, 4:08 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: