//
you're reading...
Uncategorized

Cerita Seorang Sahabat

Dia terlalu sibuk mengangankanmu. Terpesona dengan semua yang ada pada dirimu. Hingga telah kabur batas nyata dan maya. Dirimu dimatanya begitu sempurna. Mengalphakan logika.
Sebentuk rasa kau kenalkan padanya.Rasa yang menyentak di jiwa.Menyemangatinya di saat dia putus asa. Menenangkan kala gelisah. Dan selalu mampu membuatnya tersenyum dan tertawa. Dia begitu bahagia. Seperti sudah lengkap hidupnya kala itu. Memang pernah terbersit cemas padanya, takut akan kehilangan rasa itu. Dia tergagap bertutur bahwa hidupnya terlalu indah. Namun dia berkeras bahwa rasa itu memang pantas untuk dimiliki. Sehingga dia tepis seluruh cemasnya. Namun mengapa semua yang terlalu indah tak pernah bertahan lama. Masa bahagia hanya sebatas umur senja. Cemas yang pernah singgah di hatinya menjelma di hadapan mata. Sebentuk rasa itu sekarang berubah. Rasa yang dulu semarak indah di hati sekarang meluluhlantakkan.Rasa itu berubah karena engkau pun telah berubah.Begitu sempurna engkau menyayat hatinya. Mengambil paksa semangat hidupnya. Senyum itu memudar. Ceria di matanya juga jarang terlihat.
Mungkin semestinya,rasa itu tak pernah kau hadirkan di hatinya. Sehingga dia tak terluka. Namun lagi-lagi dia berkeras bahwa rasa itu memang pantas untuk dimiliki, meski sekarang sudah jauh berbeda dari indah. Hadirnya tak lagi menenangkan,rasa itu saat ini telah berkarib dengan linangan air mata. Semoga linangan air matanya tak pernah sia-sia. Semoga hatinya telah kembali menguat seiring dengan bergulirnya waktu. Karena akan banyak rasa indah yang akan menghiasi hidupnya lagi, yang akan kembali menghadirkan senyum di wajahnya dan bisa memompa semangat hingga dia tegar menjalani hidup.

Cerita seorang sahabat

Discussion

One thought on “Cerita Seorang Sahabat

  1. semoga.. yah.. begitulah hidup.. tidak ada yang abadi.. sisakan sebagian ruang dalam hati kita untuk-Nya, sementara yang sebagian lagi untuk-nya..

    hidup hanya sebentar..
    sebentar senang.. sebantar susah..
    sebentar kaya… sebentar miskin..
    sebentar menjabat.. sebentar pensiun..
    sebentar lagi… jadi wisuda..
    sebentar lagi.. pengangguran…
    semangat.. semangat.. kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrr…..

    Posted by cakbud | October 10, 2009, 8:27 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: